Jumat, 26 April 2013

Alutsista Militer Indonesia

1. Whiskey Class (era 60an)
Pada tahun 60an masa kejayaan angkatan Bersenjata Republik indonesia kapal selam dari uni soviet dari kelas Whiskey memperkuat armada tempur angkatan laut Indonesia.(jumlah total 12 atau lebih).
Dari 12 kapal selam yang diketahui keberadaanya cuma 1 yaitu KRI Pasopati yang sudah menjadi museum kapal selam, sedangkan 11 lainnya atau lebih belum diketahui keberadaanya.


2.Pesawat tempur F-16 Block 15 dan Block 52
F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics (lalu di akuisisi oleh Lockheed Martin), di Amerika serikat, pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Pesawat tempur buatan Amerika ini memperkuat kekuatan armada udara indonesia.
Rencananya indonesia akan mendapatkan hibah dan diupgrade setara dengan Block 52 sebanyak 3 skuadron. Prediksi kedatangan tahun 2013-2014.


3. Pesawat tempur Super Tucano EMB 314

EMB 314 / A-29 Super Tucano adalah jenis pesawat tempur ringan turboprop yang diproduksi oleh pabrikan pesawat Embraer yang berkedudukan di Brazil. Pesawat tempur yang dikenal memiliki beberapa keunggulan ini telah menarik minat para pejabat TNI AU dan telah memesannya sebanyak 1 Skuadron atau sejumlah 16 unit pesawat tempur EMB 314 / A-29 Super Tucano. Sebagian pesawat sudah datang di Indonesia.

4. Tank Amphibi BMP3F


Tank Amphibi BMP 3F seri 2 yang baru dipesan Indonesia dari Rusia, sudah didesain khusus agar bisa include dengan persenjataan yang diproduksi PT Pindad. Kemhan membeli 37 tank amfibi Rusia seharga USD 114 juta
Hal ini terlihat dari komputer balistik yang telah di upgrade dengan sistem digital yang lebih akurat. Selain itu, lubang penembak untuk pasukan sudah disesuaikan dengan senapan serbu SS-1 produksi PT Pindad. Sebelumnya, lubang penembak dikhususkan untuk senjata jenis AK-47.
Ada juga penyempurnaan pada perlindungan terhadap perang nuklir biologi dan kimia. Selain itu sistem pemanas ruangan juga sudah disesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia.
Namun untuk senjata penghancur, kendaraan lapis baja ini tidak jauh dari generasi sebelumnya. Meriam kanon kaliber 100mm dengan kecepatan tembak berkisar 250 meter per detik, dan meriam kanon kaliber 30 mm.
Selain itu, Amphibi BMP-3F seri 2 juga dilengkapi 3 pucuk mitraliur PKTM kaliber 7,62. Secara keseluruhan, Tank Amphibi ini berkapasitas 3 kru dan 7 personel pasukan bersenjata lengkap.
Sebagian sudah datang di Indonesia.


5.Helikopter Serang MI 35P


Mi-35P merupakan helikopter serang buatan Rusia hasil pengembangan dari helikopter militer sebelumnya yaitu Mi-24. Helikopter ini mengombinasikan kemampuan tembak dan kemampuan mengangkut tentara, keunggulan lain dari Mi-35P adalah bagian tubuh dan kanopi kacanya mampu menahan tembakan hingga kaliber 20 mm dari jarak cukup dekat, sehingga mendapat julukan "Tank terbang". Untuk persenjataan TNI memodifikasi dengan menambahkan senjata mesin fleksibel berkaliber 12,7 mm dan senjata laras ganda dengan kaliber 30 mm serta pemasangan rudal AT 9 yang merupakan rudal anti Tank.
Indonesia sejak oktober 2010 sudah memiliki 5 unit Helikopter Mi-35P yang bermarkas di Skuadron 31/Serbu Pusat Penerbangan TNI-AD. Dilihat dari kemampuan tempur serta daya angkutnya Helikopter Mi-35P bisa disejajarkan dengan jenis helikopter AH-1 Cobra, UH-60 Black Hawk, AH-64 Apache atau pun Mangusta A129.


6.Pesawat Tempur Sukhoi Su-27/30


Sukhoi Su-27 (Kode Nato: Flanker) adalah Pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. . Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Indonesia saat ini sudah memiliki 12 pesawat yang rencananya akan ada 16 pesawat tempur Sukhoi Su-27/30.


7. Kapal Selam  KRI Cakra dan KRI Nanggala, Changgbogo klass, ........etc

KRI Cakra 401 dibuat oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman pada 1981. Merupakan Kapal Selam Tipe 209/1300 yang banyak digunakan oleh Angkatan Laut sedunia. Mempunyai motto Tabah Sampai Akhir.
KRI Cakra termasuk dalam armada pemukul TNI Angkatan Laut. Kapal lain dalam kelas Cakra adalah KRI Nanggala 402. Kedua kapal selam tersebut dibuat di Jerman Barat, dipesan pada tahun 1977 dan pada tahun 1981, mulai bertugas bersama dengan KRI Nanggala (402).
KRI Cakra memiliki berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4,600 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. Diawaki oleh 34 pelaut.


8. MBT Leopard 2 RI


Selain tank leopard yang berberat 60 ton yang berjumlah lebih seratus unit, Indonesia juga sudah memesan tank medium dibawah leopard dengan berat 30 hingga 40 ton. Selama ini Indonesia hanya punya light tank.
Prediksi kedatangan Oktober 2013 sampai 2014.

....ETC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar